SSS Cafe - 02

Babak 1 

Seratus Cangkir Kopi Instan


Saat aku mati, kebencian pun muncul.

Kalau aku tahu akan mati seperti ini, aku akan memesan ayam kemarin.

Aku akan mencoba buffet hotel yang tiap hari hanya pernah kulihat lewat postingan blog.

Aku seharusnya menggunakan cuti tahunanku dan pergi jalan-jalan.

Aku seharusnya berhenti kerja lembur.

Aku seharusnya keluar dari perusahaan……!

Rasanya sangat tidak adil mati sia-sia setelah bekerja dari pagi sampai malam setiap hari.

Huh? Aku merasakan keanehan setelah menggerutu dalam hati untuk waktu yang lama. Aku sudah mati, jadi kenapa kesadaranku sejernih ini? Perasaan nyaman dan lembut yang menyelimuti tubuhku seperti dengan kenyamanan selimut tempat tidur di kamarku.